Selasa, 07 Januari 2014


Organisasi adalah sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal disatukan dalam satu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen. Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisis organisasi (organization analysis). 
1. Pengertian Manajemen Menurut James A.F. Stoner
Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan sumua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.

2. Pengertian Manajemen Menurut Mary Parker Follet
Manajemen adalah suatu seni, karena untuk melakukan suatu pekerjaan melalui orang lain dibutuhkan keterampilan khusus.

Pengorganisasian merupakan fungsi kedua dalam Manajemen.Pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya. Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi.
Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan meninjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi). Selain daripada itu struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan.
1. Organisasi Menurut Stoner:suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.
2. Organisasi Menurut James D. Mooney:bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
3. Organisasi Menurut Chester I. Bernard:sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

Jenis-jenis

Keith Davis juga mengemukakan jenis-jenis partisipasi, yaitu sebagai berikut
  1. Pikiran (psychological participation)
  2. Tenaga (physical partisipation)
  3. Pikiran dan tenaga
  4. Keahlian
  5. Barang
  6. Uang

Syarat-syarat

Agar suatu partisipasi dalam organisasi dapat berjalan dengan efektif, membutuhkan persyaratan-persyaratan yang mutlak yaitu .
  • Waktu. Untuk dapat berpatisipasi diperlukan waktu. Waktu yang dimaksudkan disini adalah untuk memahamai pesan yang disampaikan oleh pemimpin. Pesan tersebut mengandung informasi mengenai apa dan bagaimana serta mengapa diperlukan peran serta
  • Bilamana dalam kegiatan partisipasi ini diperlukan dana perangsang, hendaknya dibatasi seperlunya agar tidak menimbulkan kesan “memanjakan”, yang akan menimbulkan efek negatif.
  • Subyek partisipasi hendaknya relevan atau berkaitan dengan organisasi dimana individu yang bersangkutan itu tergabung atau sesuatau yang menjadi perhatiannnya.
  • Partisipasi harus memiliki kemampuan untuk berpartisipasi, dalam arti kata yang bersangkutan memiliki luas lingkup pemikiran dan pengalaman yang sama dengan komunikator, dan kalupun belum ada, maka unsur-unsur itu ditumbuhkan oleh komunikator.
  • Partisipasi harus memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi timbal balik, misalnya menggunakan bahasa yang sama atau yang sama-sama dipahami, sehingga tercipta pertukaran pikiran yang efektif atau berhasil.
  • Para pihak yang bersangkutan bebas di dlam melaksanakan peran serta tersebut sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.
  • Bila partisipasi diadakan untuk menentukan suatu kegiatan hendaknya didasarkan pada kebebasan dalam kelompok, artinya tidak dilakukan pemaksaan atau penekanan yang dapat menimbulkan ketegangan atau gangguan dalam pikiran atau jiwa pihak-pihak yang bersangkutan. Hal ini didasarkan pada prisnsip bahwa partisipasi adalah bersifat persuasif.
Partisipasi dalam organisasi menekankan pada pembagian wewenang atau tugas-tugas dalam melaksanakan kegiatannya dengan maksud meningkatkan efektif tugas yang diberikan secara terstruktur dan lebih jelas.

Bentuk-bentuk organisasi

  1. Organisasi politik
  2. Organisasi sosial
  3. Organisasi mahasiswa
  4. Organisasi olahraga
  5. Organisasi sekolah
  6. Organisasi negara
  7. Organisasi pemuda 

Pengalaman berorganisasi

Setelah saya menuliskan sedikit tentang pengertian organisasi, bentuk-bentuk organisasi dan contoh-contoh organisasi, sekarang saya akan menceritakan pengalaman saya dalam berorganisasi.
Sewaktu saya menduduki bangku SMA kelas 1 sampai 2 dulu, saya mengikuti Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Niat saya mengikuti organisasi ini, saya ingin menambah pengalaman dan wawasan saya, karena sewaktu saya SMP, pengalaman organisasi saya tidak banyak dan tidak berkesan.
Dengan niat itu, saya mendaftarkan diri sebagai calon osis. Tentu ada beberapa tahap untuk bisa lolos masuk sebagai anggota osis. Saya masih ingat dulu, cukup banyak yang mendaftar sebagai calon osis, dan yang lolos masuk kira-kira ada setengah dari orang yang mendaftar.
Ketika saya terpilih menjadi anggota osis, saya menjabat sebagai bendahara II. 1 tahun saya menjabat sebagai bendahara, tentunya banyak suka duka, pengalaman yang saya dapatkan. Ketika saya menjabat sebagai bendahara, menurut saya berat sekali tanggung jawab yang harus di jalani, disitu saya belajar menjaga dan mengatur keuangan dalam organisasi. Awal saya menjabat sebagai bendahara, saya mengalami kehilangan dana, itu karena keteledoran yang saya lakukan yang menyebabkan saya panik kewalahan. Jumlah uang yang dulu pernah saya hilangkan itu sebesar Rp. 150.000,- tadinya dana itu untuk membayar insentif pembicara dalam acara KIR (Kegiatan Islam Ramadhan). Ya, mau ngga mau karena dana itu hilang akibat keteledoran saya, saya harus mengganti nya. Satu kesalahan yang memotivasi saya untuk tidak terulang kembali. Belajar dari kesalahan, yang membuat saya nyaman menjabat sebagai bendahara. Banyak manfaat dan kesenangan tersendiri yang saya dapatkan, misalnya saya dibutuhkan dalam acara kegiatan sekolah, kedekatan dengan guru-guru juga kepala sekolah, sebagian besar siswa yang dapat mengenali saya, bisa bertukar pikiran sesama osis dari sekolah lain, terlibat sebagai panitia, dan masih banyak lagi manfaat yang saya dapatkan. Setelah saya menduduki kelas 2 SMA, saya terpilih sebagai Sekretaris Umum. Menurut saya, jabatan inilah yang paling berat dibandingkan staf inti lainnya, karena menjadi sekretaris ini lebih banyak bekerja dibanding ketua sekalipun. Tetapi saya bersyukur pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum, karena manfaat yang saya dapatkan lebih banyak dibandingkan dengan saya menjabat sebagai bendahara. Selama saya menjabat sekretaris, saya bisa belajar membuat proposal kegiatan dalam setiap acara, mengatur kegiatan osis, membuat surat, intinya segala kegiatan pasti tidak lepas dari sekretaris. Tanggung jawab nya pun lebih besar.
Selama 2 tahun saya menjadi pengurus osis, dan banyak hal hal berharga yang saya dapatkan disana, tidak hanya berkecimpung kegiatan didalam sekolah, tetapi juga kegiatan di luar sekolah lain, seperti studi banding, diklat kewirausahaan antar sekolah, undangan-undangan dari sekolah lain, juga masih banyak pelajaran dan kebanggaan yang dapat saya rasakan selama menjadi pengurus osis.

Penempatan organisasi dengan akademis tentulah harus kita seimbangkan, karena keduanya saling bergantungan, misalnya apabila kita cerdas ditambah mempunyai kemampuan yang lebih, tentu akan lebih baik. “Smart” saja tidak cukup kalau tidak dibarengi “Skill”.
Demikian tulisan saya mengenai organisasi.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar